Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label lentera islam

Belajar dari Kesalahan

Oleh Khoirul Faizin (Angkatan 2017) Pernahkah kalian ingin melakukan dua pekerjaan yang ingin kalian dapat hasil maksimal tapi sayangnya kalian harus memilih satu karena suatu keterbatasan? Jika belum, mungkin pengalamanku akan menambah sudut pandang baru dalam hidup kalian. Ya, setidaknya kalian harus belajar dari kesalahan orang. Dengan begitu kalian tidak perlu untuk merasakan pahitnya kekecewaan. Ujian Nasional (UN) tinggal menghitung hari dan aku masih belum mepersiapkannya matang-matang. Ya, aku tak tahu jika ini begitu penting bagiku. Saat kelas satu dan kelas dua aku hanya mempelajarinya untuk sekedar tahu, dan menjadi angin lalu yang berhembus pelan diantara pikirku. Setiap hari aku mencoba untuk melahap buku-buku penunjang UN dari yang berisi rumus cepat hingga yang memiliki ketebalan lumayan untuk bantal tidur di kelas. Pulang sore dengan gurat-gurat kebingungan yang semakin hari semakin bertambah. Karena mempelajari pelajaran UN yang menurutku terlalu rendah...

Adab Para Pencari Ilmu (2-habis)

Adab Para Pencari Ilmu (2) [Adab Muta’allim] Memaksimalkan Masa Muda untuk Belajar Masa muda adalah waktu luang bagi seseorang.Ia belum tersibukkan dengan berbagai macam urusan keluarga seperti mengurus istri, bekerja mencari nafkah, dan mengurus anak. Imam Abu Hanifah berkata, “….. carilah ilmu terlebih dahulu, lalu kumpulkanlah harta yang halal, kemudian menikahlah. Sebab, jika engkau sudah sibuk pada waktu yang seharusnya digunakan untuk mencari ilmu, engkau pasti tidak akan dapat mencari ilmu.” Sebuah sya’ir dari Imam asy-Syafi’i وَمَنْ لَمْ يَذُقْ مُرَّ التَّعَلُّمِ سَاعَــةً    #     تَجَرَّعَ ذُلَّ الْجَهْلِ طُوْلَ حَيَاتِهِ وَمَنْ فَاتَهُ التَّعْلِيْمُ وَقْتَ شَبَابِــهِ      #     فَكَبّرْ عَلَيْهِ أَرْبَعًا لِوَفَاتِــهِ حَيَاةُ الْفَتَى وَاللهِ بِالْعِلْمِ وَالتُّقَى      #     إِذَا لَمْ يَكُوْنَا لَا اعْتِبَارَ لِذَاتِهِ Barang siapa tidak pernah menci...

Awali Tahun Baru dengan Ziarah

Awal tahun 2016, tepatnya tanggal 9 dan 10 Januari, keluarga besar Pesantren Mahasiswa (Pesma) Baitul Hikmah bersama santri Taman Pendidikan Quran (TPQ) Nurul Hidayah, mengadakan ziarah wali ke di Jawa Tengah. Sebelum bertandang ke Jawa Tengah, perjalanan dimulai dengan sowan  ke Makam Sunan Ampel di Surabaya. Selepas berdoa, rombongan langsung bergegas menuju ke Sunan Muria di Kudus Jawa Tengah. Tepat menjelang magrib, rombongan kami tiba. Gerimis hujan dan hawa dingin gunung Muria tidak mematah semangat jamaah untuk menuju makam Sunan Muria yang berada di atas gunung. Sebagian dari kami, utamanya yang muda memilih untuk berjalan kaki melawati jalan setapak yang membentang bersama sederetan penjual oleh-oleh khas Muria. Namun, tidak sedikir juga dari ibu-ibu jamaah utamanya yang memilih menaiki ojek, ya cukup murah.  Magrib menyapa, dan alam dengan teduhnya mulai menyibak malam. Perjalanan kami berlanjut menuju ke Sunan Kudus. Makam waliyu Allah yang terletak di pus...

ESENSI DUNIA

Assalamualaikum warohatullohi wabarokatuh… Ikhwani hafidzokumulloh (saudaraku yang senantiasa dijaga oleh Allah), sering kali kita terlarut dalam hiruk pikuk perkara dunia yang tiada habisnya. Bahkan kita sampai terlena dan melupakan esensi dari dunia yang selama ini kita geluti. Sebenarnya apa sih yang kita ingini di dunia ini?. mobil banyak, anak banyak, istri banyak, pekerjaan dengan gaji tinggi, jabatan, atau harta yang turah-turah?. Namun kita harus eling saudaraku, kita ini hidup di dunia hanyalah sebentar. Setelah itu kita akan dihadapkan pada alam akhirot yang lebih kekal dan hakiki. Terlalu singkat hidup ini sebenarnya jika kita dapat merenunginya. Jika kita menggunakannya hanya untuk duia saja, lantas dimana jatah tabungan akhirot yang sebetulnya lebih patut kita penuhi ketimbang dunia?. Rosululloh memberi wejangan kepada kita untuk menyiasati hal ini dalam sabdanya yang berarti: Dua ra kaat  shalat   sunnah  s ubuh lebih baik daripada dunia dan ...

Orang-orang yang Mempunyai Tujuan

Jika artikan Dzulhijjah terdiri dari dua kata yani “Dzu” (yang mempunyai) dan “Hijjah” (tujuan) dari kata Hajji. Di bulan ini seluruh manusia di penjuru dunia sedang melakukan ritual mulia yaitu ibadah haji di tanah suci Mekah. Sehingga dikatakan bulannya orang berhaji atau juga dikatakan orang-orang yang mempunyai tujuan. Dengan sampainya kita pada bulan ini, bulan dimana orang-orang mencapai tujuannya yakni menuju Allah di tanah suci Mekah hanya untuk mendekatkan diri kepada Allah, maka kita sebagai umat muslim yang sadar bahwa kita hidup di dunia ini hanya sebentar sudah semestinya kita menata kembali diri kita. Apa tujuan hidup kita?. Jika kita belum memiliki kesempatan mengunjungi tanah para Nabi yang mulia itu, maka setidaknya kita mengapresiasi bulan Dzulhijjah ini dengan menjadi orang yang jelas. Orang yang memiliki tujuan hidup jelas. Pasca idul qurban dimana umat Islam saling berbagi kepada sesama melalui hewan qurban yang kita salurkan kepada tetangga dan orang-orang y...

Adab Para Pencari Ilmu (1)

Adab Para Pencari Ilmu [Adab Muta’allim] Syekh az-Zarnujiy di dalam muqoddimah kitab Ta’lim al-Muta’allim menjelaskan bahwa banyak pelajar yang bersungguh-sungguh di dalam belajar namun mereka gagal mencapai manfaat dan buah ilmu, yaitu mengamalkan dan mengembangkan ilmu. Hal tersebut dikarenakan mereka salah jalan dan mengabaikan persyaratannya. Yang dimaksud jalan (metode) dan persyaratan tersebut adalah adab di dalam belajar . Oleh karena itu agar para pencari ilmu sukses di dalam belajar, bisa menggapai manfaat dan buah ilmu, hendaknya mereka senantiasa memperhatikan dan mengamalkan adab-adab di dalam belajar. Kewajiban Belajar (طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلّ مُسْلِمٍ) رواه الطبرانى والبيهاقى والبزّار والترمذى “Mencari ilmu adalah fardlu bagi setiap orang muslim.” (HR. at-Thabraniy, al-Baihaqi, al-Bazzar, dan at-Tirmidzi) Syeikh az-Zarnujiy menjelaskan bahwa tidak semua jenis ilmu wajib dipelajari oleh setiap muslim. Yang wajib dipelajari oleh setiap m...