Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label atas

Keputusan untuk Bangkit*

Suara detak jantungku semakin kencang tatkala melihat ekspresi temanku membukakan hasil SNMPTN milikku, ya aku memang tak berani untuk membukanya karena memang pilihan yang aku pilih termasuk banyak peminatnya ditambah lagi PTN yang aku pilih merupakan salah satu PTN favorit di Indonesia. Temanku tak berani mengatakan apapun, kala itu ia hanya menyodorkan hpnya kepadaku seketika mataku tertuju pada tulisan berwarna merah  bertuliskan “Anda tidak lulus SNMPTN silahkan mengikuti jalur sbmptn”.  Tiba-tiba dadaku sesak menerima takdir ini, usahaku mati-matian dari kelas 1 hingga saat ini telah sia-sia. Harapan, impian, cita-cita yang kuimpikan telah sirna kala itu, dibenakku aku tidak mungkin mengikuti seleksi SBMPTN, aku sadar akan kemampuanku tapi disisi lain motivasiku untuk tetap melanjutkan pendidikan agar dapat memutus rantai kemiskinan juga memaksaku untuk tetap meneruskan kuliah.  Di saat otak ini tak dapat diajak berfikir secara logis dan rasa putus asa mul...

KKI (Kuliah Keislaman Intensif) Tingkat 1

Pesantren Mahasiswa Baitul Hikmah Surabaya Mengundang Anda, mahasiswa-mahasiswi yang ingin belajar lebih dalam tentang Islam dalam KKI ( Kuliah Keislaman Intensif) Tingkat 1 APA? KKI adalah Kuliah Keislaman Intensif yang dirangkai dalam 8 tingkat dengan total 192 jam kuliah. Setiap tingkat ditempuh selama 3 hari (24 jam kuliah). Pada KKI Tingkat 1 ini insyaallah akan diperoleh ilmu yang bermanfa’at tentang Metode Meraih Iman, Dalil dan Konsekuensi Keimanan, Beramal dengan Ihsan, Menyempurnakan Wudlu, Mengerjakan Shalat Semirip Mungkin dengan Shalatnya Rasulullah ﷺ , Memiliki Kepribadian Islami, serta Mendakwahkan Dinul Islam agar menjadi sebaik-baik umat di sisi Allah ta’ala. Pemateri: Ustadz Jabir Abdillah, S.Si. (Direktur Lazis al-Haromain) Ustadzah Masitha AS., M.Hum. (Dosen Linguistik FIB Unair) Ustadz M. Masykur Ismail, S.S. ( Mudir Pesma Baitul Hikmah) Ustadz Nanang Qosim, S.E., MPI. (Koordinator Dewan Syari’ah Nasional MUI Jatim) Ustadz M. Ta...

“Buk, Alhamdulillah kulo lolos ...”

Mungkin dalam benak anak-anak di seluruh negeri ini yang berasal dari keluarga yang kurang mampu merasa minder atau merasa tidak mungkin untuk menempuh pendidikan sampai perguruan tinggi. Faktor yang dapat menyebabkan hal ini bisa terjadi karena adanya anggapan bahwa kuliah itu mahal dan hanya diperuntukkan bagi kalangan menengah ke atas. Berawal dari anggapan ini akhirnya orangtua merasa kurang mampu untuk membiayai kuliah anaknya, sedangkan si anak akan merasa minder dan enggan untuk melanjutkan ke perguruan tinggi karena keterbatasan ekonomi orangtua. Namun hal tersebut tidak terbukti karena kenyataannya saat ini sudah banyak beasiswa baik dari pemerintah, BUMN, maupun perusahaan-perusahaan swasta yang ditujukan untuk membantu mahasiswa yang kurang mampu untuk memenuhi biaya kuliah. Saya akan buktikan kalau anak miskin bukan berarti tidak pantas untuk kuliah, namun anak miskin justru mempunyai tekad kuat untuk menjadi orang besar di kemudian hari melaui beasiswa Bidik Misi. ...

Belajar dari Kesalahan

Oleh Khoirul Faizin (Angkatan 2017) Pernahkah kalian ingin melakukan dua pekerjaan yang ingin kalian dapat hasil maksimal tapi sayangnya kalian harus memilih satu karena suatu keterbatasan? Jika belum, mungkin pengalamanku akan menambah sudut pandang baru dalam hidup kalian. Ya, setidaknya kalian harus belajar dari kesalahan orang. Dengan begitu kalian tidak perlu untuk merasakan pahitnya kekecewaan. Ujian Nasional (UN) tinggal menghitung hari dan aku masih belum mepersiapkannya matang-matang. Ya, aku tak tahu jika ini begitu penting bagiku. Saat kelas satu dan kelas dua aku hanya mempelajarinya untuk sekedar tahu, dan menjadi angin lalu yang berhembus pelan diantara pikirku. Setiap hari aku mencoba untuk melahap buku-buku penunjang UN dari yang berisi rumus cepat hingga yang memiliki ketebalan lumayan untuk bantal tidur di kelas. Pulang sore dengan gurat-gurat kebingungan yang semakin hari semakin bertambah. Karena mempelajari pelajaran UN yang menurutku terlalu rendah...

Membangun Peradaban Melalui Pendidikan

Membangun Peradaban Melalui Pendidikan Review buku “Menyemai Kreator Peradaban” karya M. NUH Oleh : Arikha Faizal Ridho Bismillahirrahmanirrahim.             Firman Allah dalam kitab suci Al-qur’an sudah pernah menyindir “ ...tidaklah sama kdudukan antara orang yang berilmu dan orang yang tidak berilmu”. Ilmu akan senantiasa menjadi cahaya bagi para pemilik nya, baik cahaya di dunia maupun cahaya di akhirat. Orang yang hidup di dunia ini tanpa bekal ilmu dia bagaikan orang yang berjalan di dalam kegelapan tanpa mempunyai cahaya digenggamannya. Dengan keadaan demikian pastilah dia akan tersesat kepada arah yang tidak pasti dan tidak akan sampai pada tujuan perjalanannya. Begitupan manusia, jika dalam hidupnya manusia tidak membekali dirinya dengan ilmu pengetahuan dia akan terombang ambing dengan tujuan yang tidak jelas dan adanya dia menjadi tidak berarti bagi lingkungannya , dalam bahasa jawa bisa diistilahkan “ poko’e ...

Kunci Sukses berbisnis ala Rasulullah dengan Sharia Enterprise Orientation

Review Buku “Ensiklopedi Leadership dan Manajemen Muhammad SAW “ The Super Leader Super Manager” . Karya : Dr. Muhammad Syafi’i Antonio Arikha Faizal Ridho Manusia terlahir di muka bumi ini teah memiliki beberapa potensi kehidupan. Potensi kehidupan ini akan mendorong manusia dalam menjalani berbagai aktivitas kehidupannya serta potensi ini menuntut pemenuhan dari yang bersangkutan agar dia bisa hidup dengan bahagia. Potensi tersebut ada dua bentuk , (1) Sesuatu yang harus dipenuhi secara pasti dan apabila tidak dipenuhi  dapat menjadikan manusia mati , contohnya adalah makan minum ; (2) ghorizah atau naluri yakni sesuatu yang menuntut untuk dipenuhi . Apabila tidak dipenuhi tidak menjadikan manusia mati, hanya saja ia akan resah sehingga kebutuhan tersebut terpenuhi. Gharizah ini meliputi tiga bentuk , gharizah tadayyun (naluri beragama), gharizah baqo (naluri mempertahankan diri) dan gharizah nau’ (naluri terhadap lawan jenis). Dalam hal gharizah baqo’ (naluri untu...