,

    Mungkin dalam benak anak-anak di seluruh negeri ini yang berasal dari keluarga yang kurang mampu merasa minder atau merasa tidak mungkin untuk menempuh pendidikan sampai perguruan tinggi. Faktor yang dapat menyebabkan hal ini bisa terjadi karena adanya anggapan bahwa kuliah itu mahal dan hanya diperuntukkan bagi kalangan menengah ke atas. Berawal dari anggapan ini akhirnya orangtua merasa kurang mampu untuk membiayai kuliah anaknya, sedangkan si anak akan merasa minder dan enggan untuk melanjutkan ke perguruan tinggi karena keterbatasan ekonomi orangtua. Namun hal tersebut tidak terbukti karena kenyataannya saat ini sudah banyak beasiswa baik dari pemerintah, BUMN, maupun perusahaan-perusahaan swasta yang ditujukan untuk membantu mahasiswa yang kurang mampu untuk memenuhi biaya kuliah. Saya akan buktikan kalau anak miskin bukan berarti tidak pantas untuk kuliah, namun anak miskin justru mempunyai tekad kuat untuk menjadi orang besar di kemudian hari melaui beasiswa Bidik Misi.

    Saya memilih bersekolah di SMA Negeri bukan tanpa alasan, karena mulai awal saya berkeinginan untuk kuliah. Pada awalnya memang sempat terbersit ingin masuk SMK supaya bisa segera bekerja dan membantu orangtua, namun niat mulai awal sudah bulat sehingga SMA adalah langkah awal saya untuk mewujudkan apa yang saya cita-citakan. Singkat cerita, pada jalur SNMPTN saya memilih Universitas Jember dengan prodi Manajemen sebagai pilihan pertama dengan alasan memilih PTN yang bisa memberi rasa aman bagi saya dalam arti saya akan mudah dan pasti lolos PTN dengan pertimbangan nilai raport dan berbekal tips-tips dan saran dari banyak pihak baik dari guru BK sendiri ketika konsultasi maupun dari pihak-pihak lain, seperti dari seminar berbagai lembaga bimbingan belajar di Blitar. Selain itu, keraguan dan ketakutan dalam menghadapi SBMPTN juga menjadi hal yang tidak terelakkan. Bayang-bayang akan soal-soal SBMPTN yang dianggap bagi banyak calon mahasiswa baru. Ternyata Allah berkehendak lain, hasil pengumuman menyatakan bahwa saya tidak lolos dan silahkan mencoba pada jalur SBMPTN. Tulisan itu tercantum di layar komputer warnet yang saya sewa untuk melihat pengumuman dengan warna yang bukan saya harapkan, yakni warna merah. Seketika itu aku terdiam, keringat dingin berkucuran dan rasa tidak percaya apa yang aku lihat juga terus menghantui. Tapi apa boleh buat kepercayaan diri yang terlalu tinggi justru membalikkan semuanya.

    Tiga hari setelah pengumuman saya masih belum bisa bangkit, “ngedown” itulah istilah yang cocok untuk saya. Teringat kembali apa tujuan saya yaitu dengan melanjutkan studi di perguruan tinggi negeri, maka dengan niat yang mulai saya bangun kembali ditambah doa dan dukungan dari orang tua, serta semangat yang diberikan oleh para teman dan sahabat. Sadar saya tidak bisa mengikuti bimbel dalam menghadapi SBMPTN, kemudian saya berinisiatif membeli buku di bazar yang harganya relatif murah dan masih layak untuk dipakai sebagai latihan-latihan dalam mempersiapkan SBMPTN. Dengan selang waktu yang hanya sekitar satu bulan, maka megerjakan latihan-latihan soal saya intensifkan. Restu orangtua dan do’a-do’a khususnya saat sholat malam menjadi yang utama dalam usaha saya ini.

    Tidak tahu kenapa di SBMPTN ini saya justru memilih PTN yang dari awal tidak saya perkirakan karena merasa minder dan termasuk jajaran PTN terbaik di Indonesia, yakni Universitas Airlangga yang lebih dikenal dengan sebutan UNAIR. Memang dengan memilih Unair sebagai pilihan pertama saya sempat ragu di awal apalagi dengan jalur SBMPTN yang sulit dan pesaingnya juga dari angkatan dari dua tahun di atas saya yang pastinya sudah memiliki pengalaman yang lebih. Namun itu semua tidak menyurutkan semangat saya dan makin terpacu untuk lolos dan diterima di Unair. Berbekal restu orang tua saya mengikuti tes dengan lancar dan mengerjakan sesuai dengan apa saja yang saya pelajari, apa yang sudah saya kerjakan dalam latihan, dan berharap dapat diterima di salah satu dari tiga PTN yang saya pilih. Dengan target hanya lolos PTN apapun itu, dan tidak menargetkan diterima di Unair sudah target yang realistis untuk saya. Namun semangat dan do’a dari orangtua, guru, bahkan dari seorang sahabat saya yang selalu yakin dengan kemampuan saya untuk diterima di Unair.

    Hasil SBMPTN diumumkan pada pukul 14.00, namun saya memilih untuk melihat sekitar jam 16.00 dengan alasan ingin sholat dan berdo’a terlebih dahulu agar tenang dan dapat menerima apapun hasilnya. Saya berangkat ke warnet dan dengan bismillah saya langsung membuka pengumuman dan hasilnya begitu mengejutkan, bahkan saya tidak percaya sampai membuka pengumuman tersebut sebanyak tiga kali. Ternyata memang benar alhamdulillah saya diterima di Unair dengan prodi Ekonomi Islam. Dengan tetesan air mata haru saya menghampiri ibu saya yang masih sibuk dengan berjualan takjil karena pada saat itu memang di bulan Ramadhan. “buk, alhamdulillah kulo lolos.. UNAIR buk, UNAIR..”, ucapku dengan penuh semangat dan kucuran air mata. Kami berdua saling menangis haru saya peluk ibu saya tidak peduli walaupun di pinggir jalandan kami larut dalam keharuan. Berlanjut saya ke rumah untuk menemui bapak dan semuanya, tak lupa sujud syukur saya panjatkan kepada Allah SWT yang melimpahkan segala rizky-Nya kepada saya dan keluarga.
    Bagi kalian yang mungkin kondisinya sedikit banyak sama dengan saya, jangan pernah menyerah buktikan kalau kita punya tekad itulah keunggulan kita, semangat untuk maju, semangat untuk menjadi orang besar yang tidak pernah melupakan darimana kita berasal. Keterbatasan ekonomi bukanlah penghmbat, namun tidak adanya niat untuk maju itulah yang membuat kita terbelakang dan terus menjadi orang yang kalah.

    Mahasiswa Ekonomi Islam’2017

    Santri Pesantren Mahasiswa Baitul Hikmah’2017

    , ,

    Ibadah sholat malam merupakan ibadah sholat yang paling utama dan tingkatannya berada di bawah sholat wajib. Sabda Rasulullah, “Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadhan adalah (puasa  pada) bulan Haram, dan sholat yang paling utama setelah sholat fardhu adalah sholat malam.” (H.R. Imam Muslim dari Abu Hurairah). Karena kemuliaan sholat malam tersebut, Allah membalasnya secara khusus, yakni berupa balasan yang sangat indah dan tak seorang pun tahu seperti apa balasan atau pahala tersebut.
    (تَتَجَافَىٰ جُنُوبُهُمْ عَنِ الْمَضَاجِعِ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ خَوْفًا وَطَمَعًا وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنفِقُونَ
    * فَلَا تَعْلَمُ نَفْسٌ مَّا أُخْفِيَ لَهُم مِّن قُرَّةِ أَعْيُنٍ جَزَاءً بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ)
    Lambung mereka jauh dari tempat tidur mereka, sedang mereka berdoa kepada Rabbnya dengan penuh rasa takut dan harap, dan mereka menafkahkan sebagian rizki yang Kami berikan kepada mereka. Tak seorangpun mengetahui berbagai nikmat (yang disembunyikan untuk mereka), yang indah dipandang mata, sebagai balasan bagi mereka atas apa yang mereka kerjakan.
    (Q.S. As Sajdah [32]: 16-17)
    Di dalam tafsir Ibnu Katsir disebutkan bahwa maksud ‘lambung mereka jauh dari tempat tidur mereka’ adalah ‘mereka sholat malam’. Sungguh ungkapan tersebut merupakan metafor yang sangat indah bagi para pelaku sholat malam. Terkait dengan ayat tersebut, Ibnu Qoyyim al-Jauziyah berkata, “Perhatikanlah bagaimana Allah Ta’ala membalas sholat malam yang telah mereka lakukan dengan sembunyi dengan pahala yang Allah sembunyikan dari mereka dan dari siapapun. Perhatikanlah bagaimana Allah Ta’ala membalas kebimbangan mereka di tempat tidur saat mereka akan melakukan sholat malam, dengan berbagai macam kenikmatan yang menyedapkan mata di surga.”
    “Kerjakanlah sholat malam pada saat manusia tertidur.” (H.R. Ibnu Hibban & Abu Nu’aim)
    Mengerjakan sholat malam saat manusia yang lain lelap tertidur menunjukkan upaya ibadah yang sangat mulia karena sangat berat untuk dilakukan (yang lain menikmati tidur mereka) dan karena terbebas dari pandangan orang lain (menjadi ibadah tersembunyi). Itupun kemudian mereka juga merupakan orang-orang yang dermawan, gemar menafkahkan sebagian rizki yang telah Allah berikan kepada mereka. Mereka menyontoh kedemawanan Allah kepada hambaNya.
    Pada dasarnya, pada ibadah sholat malam, seseorang telah menggantikan kenikmatan tidur dengan amal ibadah munajah kepada Allah dan pada amal kedua, dia telah memberikan atau membagikan kenikmatan rizki Allah kepada orang lain. Penyebutan kedua amal ibadah tersebut sebagai ciri orang yang beriman dalam satu ayat menunjukkan ibadah yang utama dan seimbang karena pada ibadah pertama tampak upaya menguatkan hubungan vertikal antara seorang hamba dengan Allah dan pada ibadah kedua tampak upaya membangun hubungan horizontal antara hamba tersebut dengan hamba Allah yang lain.
    Rasulullah bersabda, “Keutamaan sholat malam atas sholat siang adalah seperti keutamaan sedekah (yang dilakukan secara) sembunyi-sembunyi atas sedekah (yang dilakukan secara) terang-terangan.” (HR. Imam Thabrani dari Ibnu Mas’ud r.a.)
    Lantaran itu, Allah Yang Maha Mulia lagi Maha Bersyukur membalas kedua amal tersebut dengan kenikmatan surga yang digambarkan sebagai kenikmatan yang sangat indah, yakni kenikmatan yang menyenangkan mata. Gambaran kenikmatan surga sudah dinyatakan secara terang-terangan oleh Allah yakni kenikmatan yang menyedapkan mata, lantas seperti apa kenikmatan yang masih disembunyikan Allah di dalam kenikmatan surga tersebut?
    Sungguh Rasulullah adalah teladan yang luar biasa dalam ibadah sholat malam. Beliau:
    -      Tidak pernah meninggalkan sholat malam baik dalam kondisi sehat maupun sakit; andai beliau kurang sehat atau kelelahan, beliau tetap melakukannya dengan duduk.
    -      Ketika terlambat sholat malam, beliau mengqadhanya pada siang harinya.
    -      Menekankan selalu tentang arti penting sholat malam kepada keluarga beliau, yakni dengan mendatangi dan membangunkan putri beliau (Fatimah az Zahra) dan menantu beliau (Ali bin Abi Thalib) di rumah mereka untuk sholat malam.
    Menurut Prof. DR. As-Sayyid Muhammad Alawi Al-Maliki Al-Hasani dalam kitabnya yang berjudul Khoshoisul Ummah Muhammad, di antara keistimewaan umat Nabi Muhammad SAW adalah bahwa Allah SWT akan memberikan pahala kepada orang yang tidur dalam keadaan suci dengan niat ingin bangun malam. Bahkan sekiranya dia tidak terbangun sehingga tidak sholat malam, ia tetap mendapat pahala bangun malam sebagaimana disebutkan di dalam sabda Rasulullah SAW, “Tidak ada seorang hamba pun yang berbicara kepada dirinya sendiri (berniat) untuk bangun pada sebagian waktu dari malam (tetapi) kemudian ia tertidur, kecuali tidurnya itu adalah sedekah yang diberikan Allah kepadanya dan Allah akan mencatat baginya pahala atas apa yang ia niatkan.” (HR. Ibnu Hibban).
    Semoga kita menjadi orang yang cerdas sehingga tidak pernah meremehkan ibadah sholat malam.
    Semoga Allah selalu memberikan kekuatan kepada kita sehingga kita bisa melakukan ibadah sholat malam dengan istiqomah agar dapat menjemput balasan yang indah yang disembunyikan oleh Allah.
    Aamiin.
    Wallahu a’lam bish-shawab.

    Masitha Ahmad Syukri, M.Hum.
    Dosen Linguistik Dept. Sastra Inggris Fak. Ilmu Budaya UNAIR
    Ketua DPP Anshoriyyah Yayasan Persyada Al Haromain

    ,

    Oleh Khoirul Faizin (Angkatan 2017)
    Pernahkah kalian ingin melakukan dua pekerjaan yang ingin kalian dapat hasil maksimal tapi sayangnya kalian harus memilih satu karena suatu keterbatasan? Jika belum, mungkin pengalamanku akan menambah sudut pandang baru dalam hidup kalian. Ya, setidaknya kalian harus belajar dari kesalahan orang. Dengan begitu kalian tidak perlu untuk merasakan pahitnya kekecewaan.

    Ujian Nasional (UN) tinggal menghitung hari dan aku masih belum mepersiapkannya matang-matang. Ya, aku tak tahu jika ini begitu penting bagiku. Saat kelas satu dan kelas dua aku hanya mempelajarinya untuk sekedar tahu, dan menjadi angin lalu yang berhembus pelan diantara pikirku.
    Setiap hari aku mencoba untuk melahap buku-buku penunjang UN dari yang berisi rumus cepat hingga yang memiliki ketebalan lumayan untuk bantal tidur di kelas. Pulang sore dengan gurat-gurat kebingungan yang semakin hari semakin bertambah.

    Karena mempelajari pelajaran UN yang menurutku terlalu rendah ketimbang pilihan SBMPTN ku yang lebih tinggi aku langsung focus ke SBMPTN.

    Pertama-tama aku harus mendapat bimbingan belajar dengan biaya seminimal mungkin. Jadi aku mulai mengikuti try out yang menawarkan bimbingan belajar bagi siswa yang memiliki peringkat tinggi.

    Aku sudah masuk seleksi I di bimbingan belajar BPUN tapi tidak kuteruskan karena biayanya yang menurutku mahal. Kemudian datang ‘angin sejuk’ dari temanku yang les di SSC. Jadi SSC menyelenggarakan program ‘pengabdian masyarakat’, yang mana program tersebut ditujukan bagi anak kelas III SMA yang menyandangg predikat yatim atau piatu. Aku daftar di sana dan Alhamdulillah diterima.

    Waktu kurang satu bulan dari SBMPTN. Buku yang berisi materi sudah kupunyai. Semangatku pun terisi penuh berkat motivasi dari ibu yang selalu mendukungku. Aku merasa terisi penuh. Ya, dengan kondisi mental seperti itu, aku siap menghadapi SBMPTN.
    Farmasi, tunggu aku, aku akan menggapaimu.

    Sebelumnya aku sudah memilih tiga universitas yaitu UGM, UNAIR, dan UNPAD. Jika kalian mengira aku secara penuh menyerahkan pilihanku disana karena akreditas, maka akan ku jawab salah. Motivasiku masuk ketiga kampus itu adalah karena ada sahabat-sahabatku yang ingin ke sana. Alasan konyol? Silahkan sebut begitu. Tapi aku memang (sedikit) lebih mementingkan jurusan ketimbang nama universitas. Karena tekadku sudah bulat untuk mempelajari obat-obatan.

    Hari-hari menjelang SBMPTN kuiisi dengan belajar. Siang hari kuhabiskan waktu di SSC bersama dengan temanku. Dialah motivasi ku untuk menggapai impian. Saat belajar ku mulai mengendor, ia lah yang menegurku.

    “Tahukah kamu, Zin. Saat kamu bersantai-santai, pesaingmu sedang beajar untuk masuk Farmasi. Ingat pesaingmu banyak, Zin.”
    Itulah kata-kata yang memotivasi diriku untuk terus berpacu, diantara kemalasan yang merangkulku, diantara pesimisme yang menggoyahkanku, diantara lelahnya beajar yang merayuku. Aku tetap melangkah walau terseok-seok. Setiap hari kubuka buku yang kupinjam dari temanku. Aku juga sudah punya target soal yang harus kujawab.

    H-1 aku berangkat dengan temanku yang bercita-cita berkuliah ke Jerman. Kami menginap di kos-kosan saudaranya. Kebetulan kami juga ujian di universitas yang sama dan kelas yang sama.
    Saat hari H aku sangat gugup. “Inilah hari penentu,” itulah yang aku pikirkan saat jemariku menggenggam pensil yang siap untuk menghitamkan lembar jawaban. Kurasakan keringat dingin membasahi punggungguku, tapi kutepis perasaan gugupku agar tidak mengganggu konsentrasi.

    Saat pengerjaan TKD aku tahu harus berapa yang harus kuiisi. Bingung? Uh, aku merasa menyesal karena materi Fisika –musuh terbesarku- yang mudah tak kuiingat rumusnya. Tapi aku harus tetap tenang. Tak apa menjawab sedikit yang terpenting jawabanku benar, itulah kata-kata yang kugunakan untuk menenangkan jantungku yang berpacu.

    Saat pengumuman, jika boleh jujur, aku kecewa karena tidak masuk UGM. Rasa kecewa itu karena aku tidak bisa ke sana dengan sahabatku. Tapi saat aku ditelpon olehnya, “aku juga tidak masuk UGM,” itulah yang membuatku semakin sedih. Dan beberapa hari kemudian aku ditelpon oleh partnerku di SSC, katanya ia tidak diterima di fakultas kedokteran impiannya. Itulah hari-hari tersedih setelah pengumuman SBMPTN.

    Aku tidak diterima di UGM tapi di UNAIR. Aku belum merasa senang, bukan berarti membenci, hanya saja aku masih sedih dengan dua sahabatku yang harapan mereka hanya berbekas ekspetasi. Tapi inilah almamaterku. Aku bangga memilikinya, “Jurusan farmasinya tebaik se-Indonesia,” begitulah tutur Wali Kelasku saat event buka bersama.
    Aku semakin yakin bahwa inilah unversitas terbaik, karena ia akan menyongsong menjadi universitas kelas dunia #UNAIRGO500WCU .

    Saat aku sudah diterima di salah satu universitas terbaik se-Indonesia, aku mulai bingung tempat yang akan kujadikan naungan. Temanku sudah menawarkan untuk satu-kos dengannya. Aku menyetujuinya. Kami pun sudah punya planning untuk ke depannya prihal pembagian alat-alat rumah tangga yang harus dibawa. Sayang aku harus membatalkannya. Karena ada yang lebih baik dari pada kos.

    Pesantren Mahasiswa Baitul Hikmah, itulah nama tempat tinggal yang akan kujadikan naungan. Tapi ternyata aku tidak bisa langsung dijadikan penghuni tetap di tempat ini. Aku harus melewati rangkaian ujian untuk bisa menyandang predikat santri PesMa Baitul Hikmah. Harap-harap cemas untuk diterima di tempat tinggal yang insyaallah barokah ini.
    Alhamdulillah para calon santri, termasuk aku, diperbolehkan untuk tinggal sementara di pesma sambil menunggu pengumuman seleksi. Aku datang ke pesma ini tanggal 31 Juli. Barang-barang pun sudah aku bawa. Karena pengukuhan akan dilaksanakan tanggal 2 Juli dan setelahnya adalah serangkaian acara AMERTA.

    Setelah beberapa hari, pengumuman di upload di website pesma. Alhamdulillah santri yang telah daftar diterima semua. Bersyukur, dengan ini aku bisa kuliah di dua tempat, UNAIR dan PesMa Baitul Hikmah.
    Selain belajar ilmu dunia di UNAIR, aku juga belajar ilmu akhirat di Pesma, semoga pengajar, donatur, dan santrinya mendapat ilmu yang barokah dan ridho-Nya, aaamiiin.



    , , , ,



    Pesantren Mahasiswa Baitul Hikmah Surabaya membuka pendaftaran santri baru untuk angkatan 2017 (gelombang 2)

    Prosedur Pendaftaran
    1. Mengunduh dan mengisi formulir pendaftaran ** 
    2. Melengkapi persyaratan yang diperlukan
    3. Mengumpulkan formulir pendaftaran yang telah diisi dan persyaratan pendaftaran ke Sekretariat.
    4. Mengikuti tes seleksi (baca Al-Qur'an, psikotes dan wawancara).*
    5. Pengumuman hasil tes

    Syarat-Syarat Pendaftaran
    1. Mahasiswa Laki-laki
    2. Menyerahkan fotokopi ijazah/STTB yang dilegalisir 1 lembar
    3. Menyerahkan fotokopi Nilai Ujian Nasional yang dilegalisir 1 lembar
    4. Menyerahkan fotokopi nilai rapor kelas 3 SMA semester 1 dan 2, 1 lembar
    5. Menyerahkan fotokopi KTP dan KTM 2 lembar
    6. Menyerahkan fotokopi Kartu Keluarga 2 lembar
    7. Menyerahkan pas foto 4x6 2 lembar
    8. Menyerahkan surat pernyataan orang tua 1 lembar 

    Waktu Pendaftaran
    09 - 20 Agustus 2017

    *Jadwal tes seleksi 
    Hari Senin, tanggal 21 Agustus 2017, pukul 15.30 wib
    Di Pesantren Mahasiswa Baitul Hikmah Surabaya

    **Formulir bisa diunduh DI SINI

    Info lebih lanjut, hubungi:
    Bpk. Tajuddin (085 634 635 03), 

    Sekretariat: Pesantren Mahasiswa Baitul Hikmah
    Jl. Gubeng Kertajaya 5D/22 Surabaya

    , , , ,


    Surat Keputusan
    No: 136/YPMBH/VIII/2017

    Menimbang : 
    - Hasil tes masuk Pesantren Mahasiswa Baitul Hikmah Surabaya Tahun 2017 yang dilaksanakan pada hari Senin tanggal 31 Juli 2017.

    Memperhatikan :
    - Rapat team Penguji Pesantren Mahasiswa Baitul Hikmah Surabaya pada hari Rabu 02 Agustus 2017.

    Memutuskan :
    1. Nama-nama yang terlampir berikut dinyatakan lulus tes masuk Pesantren Mahasiswa Baitul Hikmah Surabaya Tahun 2017

    2. Nama-nama yang terlampir berikut diharuskan melakukan konfirmasi kepada Pengurus Pesma Baitul Hikmah melalui sms ke nomor 085 634 635 03 paling lambat tanggal 10 Agustus 2017 pukul 17.00 WIB

    format SMS:
    "Bismillahirrohmanirrohim, saya (ketik nama lengkap), dari (ketik alamat lengkap) SIAP menjadi SANTRI Pesma Baitul Hikmah Surabaya"


    Berikut nama-nama yang dinyatakan lulus tes masuk Pesantren Mahasiswa Baitul Hikmah Surabaya Tahun 2017


    NO Nama Universitas Fakultas Jurusan Asal
    1 Sulistiyo Adi Nugroho Unair Fpsi Psikologi Kebumen
    2 M. Topan Ramadhan Unair FEB Ekonomi Islam Blitar
    3 M. Najib Rahman Unair FEB Ekonomi Pembangunan Kebumen
    4 Galuh Widagdo Unair FEB Ekonomi Islam Mojokerto
    5 M. Khoirul Faizin Unair FF  Pend. Apoteker Jombang
    6 M. Ninjar Unair FF  Pend. Apoteker Blitar
    7 M. Abid Ulul Amna Unair FKM Hiperkes & Keselamatan Kerja Semarang
    8 Ulin Najih Unair FISIP Ilmu Informasi & Perpustakaan Sidoarjo, Porong
    9 Yogi Abdul Gofur Unair FIB Ilmu Sejarah Bojonegoro
    10 M. Faiz Awwaluddin Unair FK Pend. Dokter Gresik, Driyorejo
    11 M. Nur Habib Solichin Unair FEB Ekonomi Islam Blitar

    Surabaya, 03 Agustus 2017

    Mudir al Ma'had
    Yayasan Pesantren Mahasiswa Baitul Hikmah
    Ustadz M. Masykur Ismail, S.S.


    NB: - untuk Informasi lebih lanjut hubungi contact person Panitia Penerimaan Santri Baru Pesma Baitul Hikmah Tahun 2017, 
    Bapak Tajuddin (085 634 635 03)

    , , , , ,



    Pesantren Mahasiswa Baitul Hikmah Surabaya membuka pendaftaran santri baru untuk angkatan 2017.

    Prosedur Pendaftaran
    1. Mengunduh dan mengisi formulir pendaftaran** 
    2. Melengkapi persyaratan yang diperlukan
    3. Mengumpulkan formulir pendaftaran yang telah diisi dan persyaratan pendaftaran ke Sekretariat.
    4. Mengikuti tes seleksi (baca Al-Qur'an, psikotes dan wawancara). * 
    5. Pengumuman hasil tes

    Syarat-Syarat Pendaftaran
    1. Mahasiswa Laki-laki
    2. Menyerahkan fotokopi ijazah/STTB yang dilegalisir 1 lembar
    3. Menyerahkan fotokopi Nilai Ujian Nasional yang dilegalisir 1 lembar
    4. Menyerahkan fotokopi nilai rapor kelas 3 SMA semester 1 dan 2, 1 lembar
    5. Menyerahkan fotokopi KTP dan KTM 2 lembar
    6. Menyerahkan fotokopi Kartu Keluarga 2 lembar
    7. Menyerahkan pas foto 4x6 2 lembar
    8. Menyerahkan surat pernyataan orang tua 1 lembar 

    Waktu Pendaftaran
    * 10-30 Juli 2017

    Jadwal tes seleksi 
    Hari Senin, tanggal 31 Juli 2017, pukul 15.30 wib
    Di Pesantren Mahasiswa Baitul Hikmah Surabaya
    **Formulir bisa diunduh di sini

    Info lebih lanjut, hubungi:
    Tajuddin (08563463503), 

    Sekretariat: Pesantren Mahasiswa Baitul Hikmah
    Jl. Gubeng Kertajaya 5D/22 Surabaya

    "Jadilah muslim atau muslimah yang santun, dengan terus belajar atau nyantri di pesantren!"


Top