, , , ,




    Adab Para Pencari Ilmu (2)
    [Adab Muta’allim]


    Memaksimalkan Masa Muda untuk Belajar
    Masa muda adalah waktu luang bagi seseorang.Ia belum tersibukkan dengan berbagai macam urusan keluarga seperti mengurus istri, bekerja mencari nafkah, dan mengurus anak.
    Imam Abu Hanifah berkata,
    “….. carilah ilmu terlebih dahulu, lalu kumpulkanlah harta yang halal, kemudian menikahlah. Sebab, jika engkau sudah sibuk pada waktu yang seharusnya digunakan untuk mencari ilmu, engkau pasti tidak akan dapat mencari ilmu.”
    Sebuah sya’ir dari Imam asy-Syafi’i
    وَمَنْ لَمْ يَذُقْ مُرَّ التَّعَلُّمِ سَاعَــةً    #    تَجَرَّعَ ذُلَّ الْجَهْلِ طُوْلَ حَيَاتِهِ
    وَمَنْ فَاتَهُ التَّعْلِيْمُ وَقْتَ شَبَابِــهِ     #    فَكَبّرْ عَلَيْهِ أَرْبَعًا لِوَفَاتِــهِ
    حَيَاةُ الْفَتَى وَاللهِ بِالْعِلْمِ وَالتُّقَى      #    إِذَا لَمْ يَكُوْنَا لَا اعْتِبَارَ لِذَاتِهِ
    Barang siapa tidak pernah mencicipi pahitnya belajar sesaat # niscaya dia kan merasakan hinanya kebodohan sepanjang hayat
    Barang siapa tidak belajar di masa mudanya # maka bertakbirlah empat kali untuk kematiannya
    Demi Allah, hidup pemuda adalah dengan ilmu dan taqwa # jika keduanya tidak ada, hidup pemuda tiada artinya

    Memilih Ilmu, Guru, dan Teman
    Penuntut ilmu hendaklah memilih ilmu yang terbagus, mendahulukan ilmu yang diperlukan dalam agama di saat ini.Hendaklah dia memprioritaskan ilmu tauhid, ilmu mengenal Allah ta’ala dan memilih ilmu yang kuna, yaitu ilmu yang diajarkan oleh Nabi , para sahabat, tabi’in, dan tabi’it tabi’in (generasi salaf).
    Diriwayatkan sebuah hadits:
    الْعِلْمُ ثَلَاثَةٌ وَمَا سِوَى ذلِكَ فَهُوَ فَضْلٌ; ايَةٌ مُحْكَمَةٌ اَوْسُنَّةٌ قَائِمَةٌ اَوْفَرِيْضَةٌ عَادِلَةٌ 
    رواه الإمام أبو داود في سننه (2885) ، وابن ماجه (53)
    “Pokok ilmu itu ada tiga. Selainya adalah tambahan. Ayat muhkamat, sunnah yang tegak, dan ilmu faroidl”.

    Imam asy-Syafi’i mengatakan:
    الْعِلْمُ عِلْمَانِ: عِلْمُ الْفِقْهِ لِلْأَدْيَانِ وَعِلْمُ الطّبّ لِلْأَبْدَانِ وَمَا وَرَاءَ ذلِكَ بُلْغَةُ مَجْلِسٍ
    “Ilmu (yang pokok) itu ada dua; ilmu fiqih untuk agama dan ilmu kedokteran (kesehatan) untuk badan. Selain dua itu adalah bahan perbincangan saja.”

    Guru yang dipilih adalah yang lebih alim, lebih waro’, lebih sepuh, berakhlaq mulia, dan yang memiliki sanad keilmuan yang sambung kepada Rasulullah .
    Imam Muhammad bin Idris asy-Syafi’i berkata:
     ( مثل الذي يطلب الحديث بلا إسناد كمثل حاطب ليل يحمل حزمة حطب وفيه أفعى وهو لا يدري ! )
    “Perumpamaan orang yang mencari hadits tanpa sanad adalah bagaikan pencari kayu bakar pada malam hari. Ia mengangkat seonggok kayu bakar yang di dalamnya ada ular berbisa dan dia tidak mengetahuinya”.
    Muhammad bin Sirin (seorang pembesar ulama tabi’in) berkata :
    إن هذا العلم دين فانظروا عمن تأخذون دينكم
    ”Sesungguhnya ilmu ini adalah agama, maka lihatlah dari siapakah kalian mengambil agama kalian.” [Diriwayatkan oleh Muslim dalam muqaddimah kitab Shahih-nya]
    Ada sebuah hikmah dikatakan
    (الْعِلْمُ بِالتَّعَلُّمِ وَلَاعِلْمَ إِلَّا مِنْ عَالِمٍ رَبَّانِيّ)
    “Ilmu itu (didapatkan) dengan belajar.Dan tidak ada ilmu kecuali dari guru yang robbaniy (yang bisa mengantarkan murid kepada Allah ta’ala, yang istiqomah, ikhlash, tawadlu’, dan memiliki sanad keilmuan yang terpercaya).”
    Kalau sekedar pinter, Mbah Google jauh lebih pinter.
    Pencari ilmu hendaknya memilih teman yang tekun, wira’i, berwatak jujur, cerdas, dan mudah memahami masalah.Dan jauhilah pemalas, pengangguran, orang yang cerewet, suka mengacau dan suka menebar fitnah.
    Rasulullah bersabda:
    (مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالسَّوْءِ كَحَامِلِ الْمِسْكِ وَنَافِخِ الْكِيرِ ، فَحَامِلُ الْمِسْكِ إِمَّا أَنْ يُحْذِيَكَ ، وَإِمَّا أَنْ تَبْتَاعَ مِنْهُ ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ رِيحًا طَيِّبَةً ، وَنَافِخُ الْكِيرِ إِمَّا أَنْ يُحْرِقَ ثِيَابَكَ ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ رِيحًا خَبِيثَة)
    “Perumpamaan teman yang baik dan teman yang buruk adalah bagaikan penjual minyak misik dan pandai besi. Penjual minyak misik adakalanya dia memberimu minyak misik, atau kamu membeli minyak misik darinya, atau kamu mendapatkan bau wangi darinya. Sedangkan pandai besi adakalanya dia membakar bajumu, atau kamu memperoleh bau tidak enak (bau gosong) darinya”. (HR. Bukhari 5534 dan Muslim 2628)
    Ada sebuah hikmah dari Persia:
    Kawan yang jahat lebih berbahaya daripada ular berbisa
    Demi Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Suci
    Kawan yang jahat menyeretmu ke neraka Jahim
    Ambillah kawan yang bagus
    Dia mengajakmu ke sorga Na’im
     Mengagungkan Ilmu
    Pencari ilmu tidak akan mendapatkan ilmu dan manfaat dari ilmu kecuali dengan mengagungkan ilmu dan menghormati ahli ilmu, memuliakan guru dan menghormatinya. Diantara bentuk mengagungkan ilmu adalah lebih memprioritaskan ilmu daripada harta, memakai pakaian yang bersih, rapi dan wangi ketika belajar dan mengajar, membawa bekal buku untuk dibaca di setiap waktu, selalu membawa buku tulis dan pena, serta senantiasa bersikap sungguh-sungguh di dalam belajar. Termasuk mengagungkan ilmu adalah menghormati guru, memulyakan kitab, dan menghormati teman belajar.
    -       Menghormati Guru
    Diantara bentuk penghormatan kepada guru adalah memahami hak dan kedudukan guru, melayani keperluan beliau, tidak melintas di hadapan beliau, tidak menduduki tempat duduk khusus beliau, tidak memulai berbicara kecuali atas izin beliau, tidak mengganggu beliau, tidak menjulurkan kaki ke arah beliau, sabar menanti menunggu beliau. Intinya adalah mencari ridlo guru, menghindari murka beliau, senantiasa berhusnu-dzon kepada beliau dan mentaati perintah beliau.
    Barangsiapa melukai hati gurunya, maka tertutuplah keberkahan ilmunya dan hanya sedikit manfaat ilmu yang dapat dipetiknya.
    Seorang pelajar wajib mendoakan gurunya setiap hari setelah shalat, disamping berdoa untuk dirinya sendiri dan orang tuanya.Karena hak guru sama dengan orang tua, bahkan lebih. Orang tua memenuhi kebutuhan jasmani, sementara guru memenuhi kebutuhan ruhani.
    -       Memulyakan Kitab
    Pelajar hendaknya senantiasa dalam keadaan suci ketika memegang kitab.Ilmu adalah nur, dan wudlu adalah juga nur.Dengan nur wudlu, nur ilmu menjadi semakin cemerlang.
    Hendaknya tidak menjulurkan kaki ke arah kitab, menaruh kitab di tempat yang layak, meletakkan kitab tafsir di atas kitab-kitab yang lain, dan tidak meletakkan barang apa pun di atas kitab. Selain itu pelajar hendaklah memperbaiki tulisan, tidak mencorat-coret kitab dengan tulisan yang tidak jelas, serta menjaga kebersihan dan daya tahan kitab, misalnya dengan cara menyampulinya.
    -       Menghormati Teman
    Pencari ilmu semestinya menghormati teman belajarnya dengan cara berbuat baik kepadanya dan tidak melakukan hal-hal yang dapat menyakiti hatinya.
    Membuat Catatan
    Tidak bisa tidak. Penuntut ilmu wajib memiliki catatan yang ia tulis setelah menghafal dan memahami suatu bagian dari ilmu. Ilmu itu ibarat binatang buruan dan catatan adalah tali pengikatnya.
    Jangan menulis sesuatu yang belum dipahami karena dapat menumpulkan akal, menghilangkan kecerdasan, dan membuang-buang waktu.
    Berdoa
    Pencari ilmu wajib senantiasa berdoa kepada Allah ta’ala dengan merendahkan diri kepada-Nya, agar diberi manfaat dalam setiap ilmu yang dipelajari, diajari ilmu yang bermanfaat, dan diberi tambahan ilmu.Sesungguhnya Dia lah sumber dari segala sumber ilmu, Yang Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana, yang mengajari manusia apa-apa yang tidak mereka ketahui.
     Waro’ Pada Masa Belajar
    Waro’ adalah sikap hati-hati dan menjaga diri dari berbagai hal yang haram baik berupa perbuatan, perkataan, sandang, pangan, dan papan.Sedangkan waro’ yang sempurna adalah menjaga diri dari hal-hal yang tidak berguna menurut agama, baik itu berupa hal-hal yang mubah, makruh, apalagi yang subhat dan haram.
    Pelajar harus bersikap waro`.Ia harus menjaga dirinya agar tidak memakan sesuatu yang subhat dan haram. Karena makanan itu akan menjadi darah dan daging. Sementara akal dan hati yang tumbuh dari makanan yang haram tentu akan terhalang dari mendapatkan nur ilmu dari Allah ta’ala.
    Termasuk perbuatan waro’ adalah menghindari perut kenyang, kebanyakan tidur, dan obrolan yang tidak berguna.
    Menghiasi diri dengan adab dan sunnah
    Pencari ilmu hendaknya senantiasa menghiasi diri dengan adab dan sunnah. Semestinya penuntut ilmu tidak mengabaikan dan senantiasa mengamalkan adab-adab harian yang telah disebutkan di kitab-kitab adab.Seperti adab makan, tidur, adab di kamar mandi, keluar-masuk rumah, keluar-masuk masjid, adab di jalan, dll.
    Ada dikatakan: “Barangsiapa mengabaikan adab, maka ia akan terhalang dari yang sunnah. Barangsiapa mengabaikan sunnah, maka ia akan terhalang dari yang fardlu. Barangsiapa mengabaikan yang fardlu, maka ia akan terhalang dari akhirat.”
    Pencari ilmu hendaknyamemperbagus wudlu, mendawamkan qiyamullail, memperbanyak shalat-shalat sunnah, berusaha untuk khusyu’ di dalam shalat, istiqomah membaca al-Qur`an, membasahi lisan dengan dzikrullah, terutama istighfar dan shalawat, bershadaqah dan berpuasa sunnah.
     Penutup; Ilmu dan Khidmah
    Termasuk dari adab seorang pencari ilmu adalah hendaknya dia mendidik dirinya agar berkhidmah kepada ilmu dan ahli ilmu dengan niat ikhlash untuk mendapatkan ridlo Allah ta’ala.Dengan harapan agar mendapatkan manfaat dan barokah dari ilmu dan ahli ilmu.Berikut kami kutipkan sebuah kisah yang bersumber dari guru kami Abina K.H. M. Ihya’ Ulumiddin.Beliau adalah Khadimul Ma’had Nurul Haromain Pujon, sebuah pesantren yang telah banyak melahirkan kader-kader dakwah di Indonesia, khususnya di Jawa Timur.Selain sebagai Aminul ‘Am Persyarikatan Dakwah al-Haromain Surabaya, beliau juga diamanahi sebagi ketua umum Hai’ah ash-Shofwah al-Malikiyah, himpunan alumni Abuya Sayyid Muhammad bin Alawy al-Maliki al-Hasani di Indonesia.
    Ketika ada tamu yang bertanya kepada Abi Ihya' Ulumiddin, apa yang membuat Abi menjadi seperti sekarang? Tersenyum beberapa saat, kemudian Abi Ihya' menjawab:
    "Bisa jadi karena doa guru kami Abuya sayyid Muhammad bin Alawy Al Maliki ketika kami membersihkan sebuah kakus yang (maaf) penuh dengan kotoran manusia dengan menggunakan tangan...."
    Berawal ketika Abuya bepergian ke salah satu rumah beliau yang berada di Madinah.Ketika sampai di tempat, Abuya ingin membuang hajat.Dengan cepat Abi Ihya' Ulumiddin segera masuk ke rumah itu untuk mengecek apakah WC nya sudah bersih atau belum.Ketika masuk, ternyata kakusnya penuh dengan kotoran manusia.Karena memang rumah tersebut lama dalam keadaan kosong.Tanpa berpikir panjang, Abi Ihya' Ulumiddin segera mengambil kotorannya dengan menggunakan tangan. Mengetahui hal tersebut Abuya berkata: "Barokallahu fiik...barokallahu fiik...barokallahu fiik..."
    Selama nyantri kepada abuya sayyid Muhammad bin Alawy Al Maliki, Abi Ihya' Ulumiddin berkhidmah sebagai orang yang menyiapkan kebutuhan temannya untuk sarapan. Mulai dari menyusun menu, belanja keluar sampai menyiapkannya.Selepas selesai tugasnya, Abi Ihya' Ulumiddin membangunkan teman-temannya untuk ta'lim kepada Abuya.Hal itu dilakukan selama Abi Ihya' "mondok" disana.
    Inilah salah satu kunci keberkahan dalam mencari ilmu. Karena jika hanya mencari ilmu saja tidak akan pernah cukup, harus dibarengi dengan khidmah....dikatakan "al ilmu yudrok wal khidmatu la tudrok"


    Daftar Pustaka
    1.    Adab al-‘Alim wa al-Muta’allim, K.H. Hasyim Asy’ari
    2.    Ta’lim al-Muta’allim, Syeikh az-Zarnujiy
    3.    Fathu al-Qarib al-Mujib ‘ala Tahdzibi at-Targhib wa at-Tarhib, Abuya Sayyid Muhammad bin Alawy al-Maliki al-Hasani
    4.    Ihya’ Ulumiddin, al-Imam Abu Hamid Muhammad bin Muhammad al-Ghozali
    5.    Bidayah al-Hidayah, al-Imam Abu Hamid Muhammad bin Muhammad al-Ghozali


       Muhtar Tajuddin, Sekretaris Pesma Baitul Hikmah.

    , ,


    Surat Keputusan
    No: 132/YPMBH/VIII/2016

    Menimbang : 
    - Hasil tes masuk Pesantren Mahasiswa Baitul Hikmah Surabaya TA. 2015/2016 yang dilaksanakan pada hari Senin tanggal 29 Agustus 2016.

    Memperhatikan :
    - Rapat team Penguji Pesantren Mahasiswa Baitul Hikmah Surabaya pada hari Kamis 21 September 2015.

    Memutuskan :
    1. Nama-nama yang terlampir berikut dinyatakan lulus tes masuk Pesantren Mahasiswa Baitul Hikmah Surabaya TA. 2016/2017

    2. Nama-nama yang terlampir berikut diharuskan melakukan konfirmasi kepada Pengurus Pesma Baitul Hikmah melalui sms ke nomor 08563463503 paling lambat tanggal 28 September 2016 pukul 17.00 WIB

    format SMS:
    "Bismillahirrohmanirrohim, saya (ketik nama lengkap), dari (ketik alamat lengkap) SIAP menjadi SANTRI Pesma Baitul Hikmah Surabaya"


    Berikut nama-nama yang dinyatakan lulus tes masuk Pesantren Mahasiswa Baitul Hikmah TA. 2016/2017

    1. Ahmad Syifa` Mahbubi
    2. Tri Irvan Haryadi



    Surabaya, 21 September 2016

    Mudir al Ma'had
    Yayasan Pesantren Mahasiswa Baitul Hikmah
    Ustadz M. Masykur Ismail, S.S.


    NB: - untuk Informasi lebih lanjut hubungi contact person Panitia Penerimaan Santri Baru Pesma Baitul Hikmah TA. 2016/2017, 


    Mas Tije (08563463503)

    , , , ,



    Pesantren Mahasiswa Baitul Hikmah Surabaya membuka pendaftaran santri baru untuk angkatan 2016/2017 Gelombang II.

    Prosedur Pendaftaran
    1. Mengunduh dan mengisi formulir pendaftaran** 
    2. Melengkapi persyaratan yang diperlukan
    3. Mengumpulkan formulir pendaftaran yang telah diisi dan persyaratan pendaftaran ke Sekretariat.
    4. Mengikuti tes seleksi (baca Al-Qur'an, baca Kitab, psikotes dan wawancara). * 
    5. Pengumuman hasil tes

    Syarat-Syarat Pendaftaran
    1. Mahasiswa Laki-laki
    2. Menyerahkan fotokopi ijazah/STTB yang dilegalisir 1 lembar
    3. Menyerahkan fotokopi Nilai Ujian Nasional yang dilegalisir 1 lembar
    4. Menyerahkan fotokopi nilai rapor kelas 3 SMA semester 1 dan 2, 1 lembar
    5. Menyerahkan fotokopi KTP dan KTM 2 lembar
    6. Menyerahkan fotokopi Kartu Keluarga 2 lembar
    7. Menyerahkan pas foto 4x6 2 lembar
    8. Menyerahkan surat pernyataan orang tua 1 lembar 

    Waktu Pendaftaran
    * 21-29 Agustus 2016

    Jadwal tes seleksi 
    Hari Senin, tanggal 29 Agustus 2016, pukul 15.30 wib
    Di Pesantren Mahasiswa Baitul Hikmah Surabaya
    **Formulir bisa diunduh di sini

    Info lebih lanjut, hubungi:
    Mas Tije (085 634 635 03), 

    Sekretariat: Pesantren Mahasiswa Baitul Hikmah
    Jl. Gubeng Kertajaya 5D/22 Surabaya

    , , , , ,


    Surat Keputusan
    No: 131/YPMBH/VIII/2016

    Menimbang : 
    - Hasil tes masuk Pesantren Mahasiswa Baitul Hikmah Surabaya TA. 2015/2016 yang dilaksanakan pada hari Senin tanggal 15 Agustus 2016.

    Memperhatikan :
    - Rapat team Penguji Pesantren Mahasiswa Baitul Hikmah Surabaya pada hari Kamis 18 Agustus 2015.

    Memutuskan :
    1. Nama-nama yang terlampir berikut dinyatakan lulus tes masuk Pesantren Mahasiswa Baitul Hikmah Surabaya TA. 2016/2017

    2. Nama-nama yang terlampir berikut diharuskan melakukan konfirmasi kepada Pengurus Pesma Baitul Hikmah melalui sms ke nomor 08563463503 paling lambat tanggal 26 Agustus 2015 pukul 17.00 WIB

    format SMS:
    "Bismillahirrohmanirrohim, saya (ketik nama lengkap), dari (ketik alamat lengkap) SIAP menjadi SANTRI Pesma Baitul Hikmah Surabaya"


    Berikut nama-nama yang dinyatakan lulus tes masuk Pesantren Mahasiswa Baitul Hikmah TA. 2016/2017

    1. A. Syukron Taufiq Shidqi
    2. Muhammad Abdul Haq
    3. Sholeh Hilmi Qosim
    4. Muhammad Dai Efendi




    Surabaya, 19 Agustus 2016

    Mudir al Ma'had
    Yayasan Pesantren Mahasiswa Baitul Hikmah
    Ustadz M. Masykur Ismail, S.S.


    NB: - untuk Informasi lebih lanjut hubungi contact person Panitia Penerimaan Santri Baru Pesma Baitul Hikmah TA. 2016/2017, 
    Mas Tije (08563463503)

    , , , , ,



    Pesantren Mahasiswa Baitul Hikmah Surabaya membuka pendaftaran santri baru untuk angkatan 2016/2017.

    Prosedur Pendaftaran
    1. Mengunduh dan mengisi formulir pendaftaran** 
    2. Melengkapi persyaratan yang diperlukan
    3. Mengumpulkan formulir pendaftaran yang telah diisi dan persyaratan pendaftaran ke Sekretariat.
    4. Mengikuti tes seleksi (baca Al-Qur'an, psikotes dan wawancara). * 
    5. Pengumuman hasil tes

    Syarat-Syarat Pendaftaran
    1. Mahasiswa Laki-laki
    2. Menyerahkan fotokopi ijazah/STTB yang dilegalisir 1 lembar
    3. Menyerahkan fotokopi Nilai Ujian Nasional yang dilegalisir 1 lembar
    4. Menyerahkan fotokopi nilai rapor kelas 3 SMA semester 1 dan 2, 1 lembar
    5. Menyerahkan fotokopi KTP dan KTM 2 lembar
    6. Menyerahkan fotokopi Kartu Keluarga 2 lembar
    7. Menyerahkan pas foto 4x6 2 lembar
    8. Menyerahkan surat pernyataan orang tua 1 lembar 

    Waktu Pendaftaran
    * 1 - 14 Agustus 2016

    Jadwal tes seleksi 
    Hari Senin, tanggal 15 Agustus 2016, pukul 15.30 wib
    Di Pesantren Mahasiswa Baitul Hikmah Surabaya
    **Formulir bisa diunduh di sini

    Info lebih lanjut, hubungi:
    Mas Tije (085 634 635 03), 

    Sekretariat: Pesantren Mahasiswa Baitul Hikmah
    Jl. Gubeng Kertajaya 5D/22 Surabaya

    Hugo Chavez, Malaikat Dari Selatan
    Review buku “Hugo Chavez, malaikat dari selatan” karya Tofik Pram




                            Di dalam buku ini menceritakan biografi Hugo Chavez yang kontra terhadap Paham Liberalisme. Karena tak selamanya paham tersebut dapat menyejahterahkan rakyat. Terbukti bahwa masih adanya rakyat yang miskin akibat meluasnya paham tersebut. Selain itu juga adanya Gap antara si kaya dan si miskin yang mengakibatkan si kaya semakin kaya dan si miskin semakin miskin. Oleh karena itu, Hugo Chavez yang beraliran “Kiri” tersebut ingin mengubah dari sistem dunia yang berpaham Liberalisme menjadi paham Komunis.

                Chavez seorang yang keras, vokal, dan luar biasa berprinsip. Di saat sebagian besar pemimpin dunia memilih menjadi diplomat taktis yang penuh kehati-hatian dan “main belakang”, tidak pernah ada yang ambigu dari setiap sikap dan keputusan politik Chavez—paling tidak di depan mata publik. Mungkin karakteristik itu bukan hal yang bijaksana dan entah sudah berapa kali Chavez lolos dari percobaan pembunuhan, tapi faktanya beliau berhasil terpilih sebagai pemimpin Venezuela dalam empat periode berturut-turut sebelum akhirnya dikalahkan oleh penyakit kanker yang sudah menggerogotinya sejak dua tahun terakhir (*seandainya tidak wafat, Chavez akan terus menjabat hingga tahun 2019 dalam periode kepresidenannya yang keempat).

                Hugo Chavez kecil, yang orangtuanya berprofesi sebagai guru sekolah, tumbuh dalam lingkungan keluarga yang penghasilannya pas-pasan. Kesulitan masa kecil ini menjadi bibit pemikiran Chavez dan seiring dengan kariernya selanjutnya di dunia militer, ia pun memproklamirkan diri sebagai seorang sosialis sejati dengan Simon Bolivar sebagai tokoh panutannya. Begitu memegang tampuk kekuasaan sebagai pemimpin Venezuela, Chavez tidak buang-buang waktu memaparkan rencana ambisiusnya menjadikan negara itu sebagai “surga sosialis” sekaligus menyampaikan pidato-pidato kontroversial mengenai kebusukan kapitalisme dengan suaranya yang khas menggelegar. 

                Chavez tidak hanya sekedar asal cuap-cuap. Ia juga pintar menggunakan aset sumber daya minyak negaranya yang berlimpah sebagai senjata politik, sekaligus mengumpulkan sekutu-sekutu regional seperti Evo Morales (Bolivia) dan Daniel Ortega (Nikaragua). Pengaruh filosofi Chavez bukan hanya sebatas lingkup negaranya, tapi juga menyebar di seluruh kawasan Amerika Latin dan mengubah peta geopolitik benua itu selama satu dekade terakhir. Ia rajin menggalakkan program-program sosial yang revolusioner, memandu acara talk show yang diisi langsung oleh dirinya, dan sangat pintar memposisikan diri sebagai “salah satu dari rakyat.” Tak heran, ia sangat dielu-elukan oleh simpatisan di negaranya dan  sebagian kalangan di dunia internasional. 

                Namun, dunia politik tidak pernah lepas dari keabu-abuan. Di balik imejnya yang sangat populis, banyak pula kritikan pedas yang menerpa Chavez selama periode kepemimpinannya. Ia dianggap gagal menangani perekonomian Venezuela, danwalaupun tingkat pendapatan masyarakat memang meningkat selama eranya, peningkatan itu nyaris tak berarti akibat melemahnya nilai uang Venezuela sendiri. Negara ini mengalami inflasi sampai dua digit, lonjakan tingkat kriminalitas, dan terlalu bergantung pada minyak sebagai sumber pendapatan negara—hal yang akan menjadi masalah besar bila terjadi krisis harga di pasar global.     Ironisnya lagi, pada 2012 Venezuela tercatat sebagai negara Latin paling korup menurut survey tahunan International Transparency (IT). 

                Di tengah isak tangis, banyak pula yang diam-diam mensyukuri kepergian Chavez—dan sebagian di antaranya dari kalangan orang Venezuela sendiri. Bukan rahasia umum lagi bahwa Chavez tidak sungkan menekan media domestik yang berani mengkritik kebijakannya, ataupun menggunakan strategi-strategi yang  kurang elok untuk dapat terus memenangkan pemilihan. Di saat kalangan oposisi tidak ada yang berdaya menjatuhkannya, kanker yang akhirnya mengalahkan Chavez mungkin menjadi blessing in disguise bagi sebagian kalangan yang menginginkan perubahan di Venezuela. 

               Terlepas dari itu semua, kharisma dan kekuatan kepribadian Chavez telah menginspirasi sejumlah orang di dunia. Sulit untuk menemukan sumber media yang dapat benar-benar objektif menilai Chavez, dan mungkin kebenaran sebenarnya mengenai rezimnya tak akan pernah terungkap. Walau begitu, saya memilih untuk percaya bahwa idealism dan segala impiannya untuk memajukan Venezuela memang benar-benar tulus. Hugo Chavez tidak seharusnya "hanya" dikenang oleh dunia sebagai "si anti-Amerika", melainkan sebagai sosok patriot dengan segala kelebihan dan kekurangannya di tengah dunia politik yang sangat kompleks dan abu-abu.


    Reviewer : Pito Budi Prasetyo

    Penulis Review           : Moh. Saad Baruqi
    Pengarang                   : H. Imam Mu’alimin
    Tahun terbit                 : Agustus 2011
    Judul buku                  : KH. DJAZULI UTSMAN (Sang Blawong Pewaris Keluhuran)
    Kota penerbit              : Ploso Mojo Kediri
    Penerbit                       : Pondok Pesantren Al Falah Ploso Mojo Kediri
    Tebal buku                  : 161 Halaman
               

    Mas’ud atau yang lebih populer dikenal dengan sebutan KH. Djazuli Ustman adalah putra dari bapak naib dari Ploso Kediri yang bernama Mas Moh. Ustman Bin Mas Moh. Sahal. Sahal yang akrab dengan sebutan pak Naib ini memiliki kebiasaan rutin yang dilakukan sampai menjelang wafatnya. Bermula dengan bertemunya beliau dengan KH. Ma’ruf Kedunglo yang masih memiliki hubungan saudara dengannya. KH. Ma’ruf berpesan : “Ustman, apabila kamu ingin anak-anakmu kelak menjadi orang yang berilmu, beramal dan bermanfaat, rajin– rajinlah bersilaturahmi dengan para ‘alim ‘ulama. Kalau tidak anakmu, insya Alloh cucumu yang ali”. Karena saran tersebut, sudah menjadi kebiasaan rutin pak Naib menjalani rutinitas bersilaturahmi dengan para ulama mulai pagi hingga sore.

                Pak Naib dikaruniai 13 anak dengan tujuh orang putra dan 6 orang putri dari pernikahannya dengan Mas Ajeng Muntoqinah binti M. Syafi’i, KH. Djazuli Ustman adalah putra ke 7 dari ketigabelas anaknya. Sesungguhnya yang menjadi kekhawatiran pak Naib atas masa depan anaknya adalah masa depan yang amat panjang di akhirat nanti. Kiranya saran KH. Ma’ruf sangat tepat dan meresap di kolbu pak Naib, adn itulah yang dijalankan demi masa putra putrinya.

                KH. Djazuli Ustman dilahirkan di Ploso, 16 Mei 1900. Pada masa kecilnya Mas’ud terkenal dengan anak yang pendiam. Seperti anak yang lain, Mas’ud juga bermain dengan anak– anak yang lain, namun dalam bermain, Mas’ud tidak memilih permainan yang mengerahkan dan membutuhkan tenaga yang besar, melainkan olahraga ringan yang membutuhkan fikiran dan kefokusan seperti nekeran dan cirak, terdengar sepele tetapi membidik kelereng satu dengan yang lain bukanlah hal yang mudah. Tak ada yang tahu bahwa dibalik diamnya Mas’ud tersimpan mutiara kehebatan. Tak pernah disangka  kalau kalau kelereng merupakan awal keberangkatan pribadinya untuk menjadi orang yang luar biasa  di kemudian hari.

                Hari demi hari Mas’ud berkembang seperti anak yang lain. Usia 6 – 7 tahun beliau diterima di sekolah Ploso yang disebut sekolah cap Jago. Genap 3 tahun mengenyam di Cap Jago, dilanjutkanlah ke Inlandsche Vervolg School, nama sekolah lanjutan dengan masa dua tahun. Semakin rajin dan tekun saja, kini ia lebih banyak menimang – nimang buku daripada bermain kelerengnya. Dua tahun mengenyam pendidikan, genap sudah Mas’ud melanjutkan ketingkat SLTA dengan masuk di Hollandsch-Indlandsche School (HIS) di Grogol Kediri. Lagi– lagi Mas’ud menjadi murid yang palig menonjol dalam pelajaran. Kesempatan ini tidak dimiliki oleh saudara- saudara yang lain, mereka hanya sampai sekolah desa, kemudian masuk ke pesantren. Pak Naib ingin anak- anaknya memahami ilmu- ilmu agama, akidah yang kuat dan akhlak yang mulia. Karena pada jaman itu Belanda hanya menekankan pada ilmu sekuler. Setelah diadakan rembukan keluarga, Mas’us diizinkan melanjutkan ke Stovia (UI) sekarang di kota Batavia.

                Di kemudian hari pak Naib kedatangan tamu, Kyai Ma’ruf Kedunglo, seorang yang dihormatinya berkunjung. “pundi Mas’ud?” tanya Kyai Ma’ruf mengawali pembicaaan dengan bahasa jawa yang halus. Pak Naib menjawab: “ke Batavia, dia melanjutkan sekolah di jurusan kedokteran”. Lalu dengan lembutnya Kyai Ma’ruf memberikan saran: “Saene Mas’ud dipun aturi wangsul, lare niku prayogi dipun lebetaken pondok”. Mengetahui bahwa Kyai Ma’ruf adalah murid sukses Kyai Kholil Bangkalan yang tersohor kewaliannya, pa Naib tidak bisa berbuat apa- apa, selain menyetujui saran tersebut meskipun hal ini diluar pertimbangan akalnya.

                Awal masuk pesantren, dengan mengucap Bismillaahirrohmaanirrohiim, berangkatlah ia ke pondok Gondanglegi diantarkan bapaknya mengendarai dokar, dan resmilah Mas’ud diterima sebagaimurid KH Ahmad Sholeh Gondanglegi Nganjuk, seorang ulama’ yang terkenal ‘alim dalam bidang Ulumul Qur’an. Disinilah Mas’ud mendalami ilmu- ilmu yang berkaitan dengan Al- Qur’an khususnya tajwid dan juga Nahwu. Dengan mengantongi ilmu nahwu, beliau melanjutkan mencari ilmu shorof di pondok Sono- Sidoarjo yang terkenal dengan tashrifan.

                Hingga menjadi pendiri PP Al Falah di Ploso, banyak hal yang bisa dipetik dari sifat- sifat beliau yang luar biasa, antara lain adalah istiqomahnya beliau untuk menjalankan jamaah sholat dan tak lupa dengan mengerjakan sholat rawatibnya. Juga istiqomah dalam hal mengajar pengajian kitab- kitab agama seperti Ihya’ Ulumuddi. Sifat beliau yang lain adalah ikhlasnya beliau dalam mengajarkan ilmu. Beliau berpesan kepada para guru yang isinya “hendaknya sikap kita dalam mengajar di depan seorang murid dengan seribu orang tetap sama, jangan dibeda- bedakan”, bahkan orang yang ihklas tidak perlu resah memikirkan apakah muridnya bisa atau tidak. “yang penting baca saja”, kata beliau.

                Beliau juga sangat Qonaah dan kuat dalam menahan nafsu. Tidak pernah keluar kata- kata “masakan ii kurang enak”. Beliau juga tidak pernah merasa kurang puas dan menggerutu. Nafsu serakah telah mampu beliau kendalikan. Dilain sisi Mas’ud juga sangat menghormati tamu. “alhamdulillah enek tamu. Nyai mesti mengko mbeleh pitik”. Tidak hanya omong belaka, tapi memang benar- benar dihidangkan oleh bu Nyai. Walaupun beliau tergolong orang yang tak punya, tapi tak sedikit orang yang bertamu ke rumah beliau ketika pulang di berinya amplop, tentu saja isinya uang.


    Sekitar tahun 1968 Kyai Dzazuli tertimpa cobaan dengan penyakit hernia, hingga mengharuskan beliau untuk menjalani operasi. Tak terlihat dari wajah beliau tanda- tanda sakit ketika menahan sakit. Bahkan dari bibir beliau berucap dengan penuh ketenangan “sakitku adalah sakit menjelang mati”. Beliau benar- benar telah menghadap sang kuasa pada jam 15.30 wib hari Sabtu Wage 10 Januari 1976, bertepatan dengan 10 Muharam 1396 H. Beliau wafat dalam keadaan tidak meninggalkan apa- apa berupa harta benda, melainkan sebuah PP Al Falah telah melebihi segalanya.Harapan dari penulis bahwa dengan membaca buku ini, akan memberikan pencerahan hati guna lebih semangat dalam belajar dan mengajar.


Top