Langsung ke konten utama

Postingan

Penerimaan SANTRI BARU Angkatan 2017 (gelombang 2)

Pesantren Mahasiswa Baitul Hikmah Surabaya membuka pendaftaran santri baru untuk angkatan 2017 (gelombang 2) Prosedur Pendaftaran Mengunduh dan mengisi formulir pendaftaran  **  Melengkapi persyaratan yang diperlukan Mengumpulkan formulir pendaftaran yang telah diisi dan persyaratan pendaftaran ke Sekretariat. Mengikuti tes seleksi (baca Al-Qur'an, psikotes dan wawancara).* Pengumuman hasil tes Syarat-Syarat Pendaftaran Mahasiswa Laki-laki Menyerahkan fotokopi ijazah/STTB yang dilegalisir 1 lembar Menyerahkan fotokopi Nilai Ujian Nasional yang dilegalisir 1 lembar Menyerahkan fotokopi nilai rapor kelas 3 SMA semester 1 dan 2, 1 lembar Menyerahkan fotokopi KTP dan KTM 2 lembar Menyerahkan fotokopi Kartu Keluarga 2 lembar Menyerahkan pas foto 4x6 2 lembar Menyerahkan surat pernyataan orang tua 1 lembar  Waktu Pendaftaran 09 - 20 Agustus 2017 * Jadwal tes seleksi  Hari Senin, tanggal 21 Agustus 2017, pukul 15.30 wib Di Pesantren Maha...

Pengumuman Hasil Tes Masuk Pesantren Mahasiswa "Baitul Hikmah" Tahun 2017

Surat Keputusan No: 136/YPMBH/VIII/2017 Menimbang :  - Hasil tes masuk Pesantren Mahasiswa Baitul Hikmah Surabaya Tahun 2017 yang dilaksanakan pada hari Senin tanggal 31 Juli 2017. Memperhatikan : - Rapat team Penguji Pesantren Mahasiswa Baitul Hikmah Surabaya pada hari Rabu 02 Agustus 2017. Memutuskan : 1. Nama-nama yang terlampir berikut dinyatakan  lulus tes masuk Pesantren Mahasiswa Baitul Hikmah Surabaya  Tahun 2017 2. Nama-nama yang terlampir berikut diharuskan melakukan konfirmasi kepada Pengurus Pesma Baitul Hikmah melalui sms ke nomor 085 634 635 03 paling lambat  tanggal 10 Agustus 2017  pukul 17.00 WIB format SMS: " Bismillahirrohmanirrohim , saya (ketik nama lengkap), dari (ketik alamat lengkap) SIAP menjadi SANTRI Pesma Baitul Hikmah Surabaya" Berikut nama-nama yang dinyatakan lulus tes masuk Pesantren Mahasiswa Baitul Hikmah Surabaya Tahun 2017 NO Nama Universitas Fakultas Jurusan Asal 1...

Penerimaan SANTRI BARU Angkatan 2017

Pesantren Mahasiswa Baitul Hikmah Surabaya membuka pendaftaran santri baru untuk angkatan 2017. Prosedur Pendaftaran Mengunduh dan mengisi formulir pendaftaran**  Melengkapi persyaratan yang diperlukan Mengumpulkan formulir pendaftaran yang telah diisi dan persyaratan pendaftaran ke Sekretariat. Mengikuti tes seleksi (baca Al-Qur'an, psikotes dan wawancara). *  Pengumuman hasil tes Syarat-Syarat Pendaftaran Mahasiswa Laki-laki Menyerahkan fotokopi ijazah/STTB yang dilegalisir 1 lembar Menyerahkan fotokopi Nilai Ujian Nasional yang dilegalisir 1 lembar Menyerahkan fotokopi nilai rapor kelas 3 SMA semester 1 dan 2, 1 lembar Menyerahkan fotokopi KTP dan KTM 2 lembar Menyerahkan fotokopi Kartu Keluarga 2 lembar Menyerahkan pas foto 4x6 2 lembar Menyerahkan surat pernyataan orang tua 1 lembar  Waktu Pendaftaran * 10-30 Juli 2017 Jadwal tes seleksi  Hari Senin, tanggal 31 Juli 2017, pukul 15.30 wib Di Pesantren Mahasiswa Baitul Hikmah S...

Idul Fithri BUKAN Kembali Suci

Sebagian orang menerjemahkan kata Idul Fitri ke dalam bahasa Indonesia menjadi ‘kembali suci’. Apakah penerjemahan tersebut benar? Kata Idul Fitri berasal dari bahasa arab ‘id al-fihtr ( عِيْدُ الْفِطْرِ ). Kata ‘id ( عِيْدٌ ) berarti hari raya (Kamus Muthahar, hal. 783-784). Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: يَا أَبَا بَكْرِ، إِنَّ لِكُلَّ قَوْم عِيْدًا ، وَهَذَا عِيْدُنَا “Wahai Abu Bakar, sesungguhnya setiap umat memiliki hari raya. Dan (hari) ini adalah hari raya kita”. (HR. Bukhari dan Muslim) Hari Raya Natal dalam bahasa arab disebut ‘idul milad ( عيد الميلاد ), artinya Hari Raya Kelahiran. Hari Raya Kemerdekaan disebut ‘idul istiqlal ( عيد الاستقلال ). Jadi ‘id bukan berarti ‘kembali’. Hari Raya disebut ‘Id karena hari tersebut dirayakan berulang-ulang setiap tahun. Selain Idul Fitri, umat Islam memiliki hari raya yang lain, yaitu ‘Id al-Adlha ( عِيْدُ الْأضحى ). Idul Adha berarti Hari Raya Hewan Sembelihan, bukan ‘kembali kepada hewa...

DIROSATI APRIL 2017

Perbaiki Sh a lat, Jangan Turuti Syahwat Allah subhanahu wa ta’ala berfirman : فَخَلَفَ مِنْ بَعْدِهِمْ خَلْفٌ أَضَاعُوْا الصَّلَوةَ وَاتَّبَعُوا الشَّهَوَاتِ   (  فَسَوْفَ يَلْقَوْنَ غَيًّا Ç Î Ò È “Maka datanglah sesudah mereka, pengganti yang menyia-nyiakan shalat dan menuruti syahwat. Maka mereka (pengganti) itu kelak akan menemui ghoyyun.” (QS. Maryam: 59) Yang dimaksud ‘pengganti’ adalah ‘generasi akhir zaman’ . ‘Menyia-nyiakan shalat’ berarti ‘meninggalkan shalat fardlu ’. ‘Menuruti syahwat’ berarti ‘melakukan berbagai ma’siat, tidak melaksanakan perintah Allah dan melanggar larangan Allah’. Sedangkan ‘ghoyyun’   bermakna ‘ kerugian di akhirat’ atau ‘sebuah jurang di neraka’ . (lihat tafsir Ibnu Katsir) Ketika Shalat Disia-siakan S ebuah survey yang dilakukan oleh Lembaga Survei Indonesia (LSI) bersama Goethe Institute di 33 provinsi di Indonesia pada bulan November 2010. Diantara hasil survei tersebut adalah bahwa kaum muda Islam yang sel...