Langsung ke konten utama

Acara Bedah Buku Syi'ah : Teologi dan Ajaran Syiah Menurut Referensi Induknya


Santri Pesma Baitul Hikmah beserta Pengasuh di acara Bedah Buku


Jum'at, 30 Januari 2015, di Hotel Elmi Surabaya diadakan Bedah Buku Syiah: Teologi dan Ajarannya menurut Referensi Induknya. Santri Pesma Baitul Hikmah bertindak sebagai panitia lokal dalam acara tersebut. Acara yang dimulai sejak pukul 1 siang tersebut dihadiri oleh sekitar 150-an orang dari berbagai kalangan. Hadir sebagai pembicara utama adalah Adian Husaini, M.A. , Dr. Hamid Fahmi Zarkasy, M.A., Ust. Idrus Ramli, dan Henri Shalahudin M.A. .
Dalam kesempatan tersebut, Henri Shalahudin, M.A. berkenan membagikan slide presentasinya tentang praktik nikah mut'ah yang ada dalam ajaran Syi'ah. berikut link unduh file presentasi tersebut

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Buku Quantum Ikhlas, The Power Of Positive Feeling

Judul Buku       :Quantum Ikhlas, The Power Of Positive Feeling Penulis :Erbe Sentanu Penerbit            :Elex Media Komputindo, Jakarta Cetakan           :I, 2007 TEBAL            :xxxvii + 236                                     Quantum Ikhlas, The Power Of Positive Feeling             Halaman Kebahagiaan adalah subjek primordial. Itulah sebagian yang akan diulas dalam buku Quantum Ikhlas, bagaimana mencari kebahagiaan secara praktis, seperti yang tertuang dalam kebijaksanaan nenek moyang, tuntunan agama, maupun penjelasan  ilmiah. Kebahagiaan itu merupakan sifat dasa...

KH. DJAZULI UTSMAN (Sang Blawong Pewaris Keluhuran)

Penulis Review           : Moh. Saad Baruqi Pengarang                   : H. Imam Mu’alimin Tahun terbit                 : Agustus 2011 Judul buku                  : KH. DJAZULI UTSMAN (Sang Blawong Pewaris Keluhuran) Kota penerbit              : Ploso Mojo Kediri Penerbit                       : Pondok Pesantren Al Falah Ploso Mojo Kediri Tebal buku                  : 161 Halaman            ...

Kunci Bahagia Dunia Akhirat

Hidup bahagia merupakan dambaan setiap manusia. Ada berbagai cara yang ditempuh manusia untuk menggapai hidup bahagia. Ada yang berusaha menggapai kebahagiaan dengan memperbanyak harta, meraih jabatan yang tinggi, meraih gelar pendidikan yang tinggi, atau dengan mendapatkan pasangan hidup yang cantik/ganteng. Namun demikian, tidak sedikit yang justru mendapatkan kesengsaraan dan kesedihan yang tak bertepi. Walaupun sudah kaya, punya jabatan tinggi, gelar keilmuan tinggi, pasangan yang cantik/ganteng, tetapi tetap saja tidak bisa bahagia, hati tidak tenang, senantiasa gundah gulana. Bisa jadi hal tersebut terjadi karena memang jalan atau cara yang diambil tidak benar. Ustadz Saiful Ulum memberikan resep agar kita bisa mendapatkan kebahagiaan dunia-akhirat. Kuncinya ada dua; “ajeg amale” dan “jejeg atine”. “Ajeg amale” berarti amal kebaikan yang istiqomah, langgeng, terus-menerus. Kebaikan yang dilakukan terus-menerus akan menjadi karakter seseorang. Contoh; orang yang senantiasa “juj...