Langsung ke konten utama

Kisah Semut dan Kesuksesan

Di antara pelajaran terbesar yang bisa disaksikan di dalam dunia kesuksesan adalah kehidupan hewan yang bernama semut. Semut akan selalu berusaha secara berulang-ulang dan terus-menerus, sampai ia berhasil menggapai tujuan yang diinginkan. Ia merangkak di sebuah pohon, lalu jatuh kemudian bangun lagi dan berusaha untuk merangkak lagi ke atas pohon, lalu terjatuh lagi. Begitu terjadi berulang-ulang, namun ia tetap terus berusaha sampai akhirnya ia berhasil naik ke atas pohon yang diinginkan dan mendapatkan apa yang dicari tanpa merasa  lelah dan bosan.

Jika jalan yang akan dilalui terhalang, maka ia akan berusaha lewat dari arah kanan dan kiri. Namun jika ia tetap kesulitan untuk berjalan maju, ia berhenti sebentar, kemudian kembali lagi dengan sebuah tenaga yang jauh lebih kuat dibanding yang pertama. Mungkin ia akan menjauhi jalan pertamanya yang sulit karena ada beberapa rintangan, namun ia akan tetap kembali berjalan menuju arah yang sama dengan mencari jalan lain, sehingga ia sampai di tujuan.

Semut memiliki kekuatan yang luar biasa di dalam merealisasikan tekadnya untuk meraih apa yang diinginkan, ia tidak pernah memiliki rasa bosan dan putus asa. Sehingga semut adalah hewan yang dijadikan contoh panutan di dalam hal ambisi dan tekad kuat yang tidak mengenal kata putus asa. Sesungguhnya di dalam kehidupan semut terdapat pelajaran dan teladan bagi orang-orang yang berakal, yaitu keuletan, kesabaran, tekad kuat, sikap pantang menyerah, dan berusaha tanpa mengenal  kata lelah dan bosan. 

Semut terkenal memiliki kecerdikan luar biasa di dalam usahanya mendapatkan apa yang diinginkan. Seorang ahli pernah menulis dan meneliti tentang kehidupan semut, mengatakan bahwa semut mengumpulkan makanannya dari musim panas sampai datangnya musim dingin. Karena semut tidak banyak keluar pada musim dingin, maka ia menyimpan makanan untuk musim dingin dan hanya memakannya ketika memang telah datang masanya. Dan agar biji-bijian yang ia simpan tidak tumbuh di dalam tempat penyimpanan, maka dengan ijin dan kuasa Allah si semut membelah biji tersebut dari tengah agar tidak tumbuh.

Jika jalannya terhalangi oleh genangan air yang tidak bisa ia lewati, maka  ia bersama kawan-kawannya saling bergandengan membuat semacam jembatan. Jika semut-semut lainnya sudah menyeberang, maka semut-semut yang membentuk semacam jembatan tersebut merapat ke tepi. Maha suci Allah yang telah memberikan kepada tiap-tiap sesuatu bentuk kejadiannya, kemudian membekalinya dengan akal, insting (naluri) dan kodrat alamiah untuk kelanjutan hidupnya masing-masing.

Jika seekor semut menemukan sepotong daging atau kaki belalang, namun ia tidak kuat membawanya sendiri, maka ia akan pulang ke rumah semut dan memanggil kawan-kawannya yang lain untuk bersama-sama membawa makanan yang ditemukan tersebut. Semut memiliki sifat ulet dan kesabaran yang luar biasa yang bisa menjadi pelajaran bagi orang yang ingin meraih kesuksesan. Ayo, bangkitlah, jangan kalah dengan semut!

(Disarikan dari: Cahaya Zaman, Aidh Al Qarni)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Buku Quantum Ikhlas, The Power Of Positive Feeling

Judul Buku       :Quantum Ikhlas, The Power Of Positive Feeling Penulis :Erbe Sentanu Penerbit            :Elex Media Komputindo, Jakarta Cetakan           :I, 2007 TEBAL            :xxxvii + 236                                     Quantum Ikhlas, The Power Of Positive Feeling             Halaman Kebahagiaan adalah subjek primordial. Itulah sebagian yang akan diulas dalam buku Quantum Ikhlas, bagaimana mencari kebahagiaan secara praktis, seperti yang tertuang dalam kebijaksanaan nenek moyang, tuntunan agama, maupun penjelasan  ilmiah. Kebahagiaan itu merupakan sifat dasa...

KH. DJAZULI UTSMAN (Sang Blawong Pewaris Keluhuran)

Penulis Review           : Moh. Saad Baruqi Pengarang                   : H. Imam Mu’alimin Tahun terbit                 : Agustus 2011 Judul buku                  : KH. DJAZULI UTSMAN (Sang Blawong Pewaris Keluhuran) Kota penerbit              : Ploso Mojo Kediri Penerbit                       : Pondok Pesantren Al Falah Ploso Mojo Kediri Tebal buku                  : 161 Halaman            ...

Kunci Bahagia Dunia Akhirat

Hidup bahagia merupakan dambaan setiap manusia. Ada berbagai cara yang ditempuh manusia untuk menggapai hidup bahagia. Ada yang berusaha menggapai kebahagiaan dengan memperbanyak harta, meraih jabatan yang tinggi, meraih gelar pendidikan yang tinggi, atau dengan mendapatkan pasangan hidup yang cantik/ganteng. Namun demikian, tidak sedikit yang justru mendapatkan kesengsaraan dan kesedihan yang tak bertepi. Walaupun sudah kaya, punya jabatan tinggi, gelar keilmuan tinggi, pasangan yang cantik/ganteng, tetapi tetap saja tidak bisa bahagia, hati tidak tenang, senantiasa gundah gulana. Bisa jadi hal tersebut terjadi karena memang jalan atau cara yang diambil tidak benar. Ustadz Saiful Ulum memberikan resep agar kita bisa mendapatkan kebahagiaan dunia-akhirat. Kuncinya ada dua; “ajeg amale” dan “jejeg atine”. “Ajeg amale” berarti amal kebaikan yang istiqomah, langgeng, terus-menerus. Kebaikan yang dilakukan terus-menerus akan menjadi karakter seseorang. Contoh; orang yang senantiasa “juj...